
Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak ("batang") dan bagian yang mendatar atau membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basidium. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun. Contoh jamur yang bisa dimakan: jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis).
Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh buah, dan bagian jaring-jaring di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa.
Jamur adalah sebutan lain untuk kapang. Makna ini misalnya dapat disimak dari ungkapan "Rotinya sudah berjamur" yang maksudnya adalah 'rotinya telah ditumbuhi kapang. (http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur) Jamur mempunyai kandungan zat gizi utama, seperti protein, klasium dan fosofor.
Tidak semua jenis jamur bisa dikonsumsi, ada beberapa varietas jamur yang mengandung racun. Bentuk dan jenis jamur pun beragam, misalnya jamur maitake yang bentuknya mirip jengger ayam, jamur shiitake yang bentuk tutupnya seperti paying berwarna cokelat hingga cokelat tua, jamur kancing yang bentuknya memang mirip kancing, jamur merang yang berwarna hitam. Itu merupakan contoh dari beberapa jenis jamur yang dapat diolah menjadi hidangan yang lezat. Di pasaran, jamur dijual dalam keadaan segar dan kering. Jamur segar berumur sangat pendek, umumnya hanya sehari karena jamur mudah terluka (sobek) dan berubah warna. Jamur kering setelah dibasahkan kembali mengandung zat gizi seperti semula dan kandungan bahan ini relative tidak berkurang. Jamur bias diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti sup, tumis atau pepes. Sebaiknya jangan memakan jamur yang belum dimasak, walaupun kita tahu varietas jamur tersebut layak untuk dikonsumsi.
Ciri-ciri berikut tips untuk membedakan jamur beracun dan tidak layak dikonsumsi:
1.Warna jamur terang dan mencolok, seperti merah darah dan biru.
2.Bila jamur dipotong, dalam waktu 15-20menit akan mengalami perubahan warna, misalnya dari warna putih menjadi gelap.
3.Bila jamur dilukai dengan benda atau pisau yang terbuat dari perak, akan meninggalkan noda berwarna biru atau hitam pada benda tersebut.
4.Bila diletakkan diatas nasi yang sedang ditanak, akan mengubah warna nasi menjadi kuning.
5.Jamur mengandung bau-bauan yang menusuk hidung.

0 comments:
Post a Comment