
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan kecanduan, disamping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema.
Saat merokok, gas karbon monoksida (CO2) ukut masuk kedalam tubuh. Gas ini berebut tempat dan berebut cepat dengan oksigen(O2) untuk masuk ke dalam sel darah merah (Hemoglobin) jika anda bukan perokok, ketika bernafas, oksigen diangkut oleh hemoglobin, kemudian dibawah keseluruh tubuh.
Sedangkan pada perokok, oksigen didalam darah kala oleh CO2, sehingga jumlah O2 yang diangkut keseluruh tubuh menjadi berkurang. Karenanya, organ tubu dan otak tidak mampu berfungsi baik. Dari sinilah dimulai berbagai gangguan kesehatan.
Yang paling berbahaya dari perokok adalah kepulan asapnya. Didalam asap rokok, terdapat 4000 bahan kimia (200diantaranya dikenal sebagai racun) selain nikotin, asap rokok tersusun atas selusin gas (sebagian besar CO2) yang dapa menghambat penyerapan oksigen dalam sel darah merah) dan tar (getah tembakau atau ampas asap) yang dapat menyebabkan kanker paru-paru.




