
Ternyata teh bukan minuman biasa. Dalam beberapa history inggris dikenal istilah Afternoon Tea dan High Tea. Keduanya merupakan menggambarkan kegiatan sekelompok Elite Inggris yang sedang menikmati acara minum the sore hari(Afternoon Tea atau High Tea).
Istilah high tea terkesan jamuan minum tea yang berawal dari kaum Aristocrat. Seperti yang saya kutip dari Wikipedia dan beberapa situs lain. Afternoon Tea pertamakali diperkenalkan oleh Anna, Duchee Of Bedfort pada tahun 1800-an. Akibat sang putri harus menunggu waktu malam yang baru akan disajikan sekitar pukul 9 malam saat sore menjelang, ia minta dibuatkan tea dan roti serta kue-kue panggang. Kemudian, ia mengirim undangan kepada sahabat-sahabat untuk menikmati acara minum tea bersama Dari sinilah dikenal istilah Afternoon Tea, yang menjadi kebiasaan dan gaya hidup baru dikalangan bangsawan inggris.
Afternoon Tea yang klasik disajikan dalam suasana yang santai, namun elegan. Setiap tamu duduk mengelilingi meja berukuran lebih kecil dan rendah dibandingkan meja makan, sehingga ada juga yang menyebutnya istilah Low Tea.
Lain lagi definisi High Tea. Istilah ini berawal ‘Milik’ kaum pekerja buruh inggris yang sepulang kerja, pukul 7 malam, merasa sangat lelah dan lapar. Begitu tiba dirumah, hindangan langkap, termasuk tea, disajikan diatas meja tinggi (high), berisi roti, keju, salad dan hidangan daging yang lebih ‘Berat’. Tak ada lagi makan malam sesudahnya. High Tea di inggris, sering juga disebut Meat Tea karena munculnya beberapa pilihan daging di dalam menunya.
Jadi High sering mengecoh, seolah-olah menggambarkan sesuatu yang mewah. Padahal istilah untuk jamuan tea klasik yang anggun ala inggris adalah Afternoon Tea.
Istilah high tea terkesan jamuan minum tea yang berawal dari kaum Aristocrat. Seperti yang saya kutip dari Wikipedia dan beberapa situs lain. Afternoon Tea pertamakali diperkenalkan oleh Anna, Duchee Of Bedfort pada tahun 1800-an. Akibat sang putri harus menunggu waktu malam yang baru akan disajikan sekitar pukul 9 malam saat sore menjelang, ia minta dibuatkan tea dan roti serta kue-kue panggang. Kemudian, ia mengirim undangan kepada sahabat-sahabat untuk menikmati acara minum tea bersama Dari sinilah dikenal istilah Afternoon Tea, yang menjadi kebiasaan dan gaya hidup baru dikalangan bangsawan inggris.
Afternoon Tea yang klasik disajikan dalam suasana yang santai, namun elegan. Setiap tamu duduk mengelilingi meja berukuran lebih kecil dan rendah dibandingkan meja makan, sehingga ada juga yang menyebutnya istilah Low Tea.
Lain lagi definisi High Tea. Istilah ini berawal ‘Milik’ kaum pekerja buruh inggris yang sepulang kerja, pukul 7 malam, merasa sangat lelah dan lapar. Begitu tiba dirumah, hindangan langkap, termasuk tea, disajikan diatas meja tinggi (high), berisi roti, keju, salad dan hidangan daging yang lebih ‘Berat’. Tak ada lagi makan malam sesudahnya. High Tea di inggris, sering juga disebut Meat Tea karena munculnya beberapa pilihan daging di dalam menunya.
Jadi High sering mengecoh, seolah-olah menggambarkan sesuatu yang mewah. Padahal istilah untuk jamuan tea klasik yang anggun ala inggris adalah Afternoon Tea.

0 comments:
Post a Comment